Mengintip Netralitas Media Massa Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

0 komentar Rabu, 11 Juni 2014 di 09.10 - Edit entry?



Sumber : http://politik.rmol.co
Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia kini tinggal menghitung hari lagi. Jika tidak ada kendala, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014. Setiap partai koalisi pengurung pasangan Capres dan Cawapres tengah sibuk-sibuknya menyiapkan segudang strategi untuk memenangkan capres dan cawapres yang diusungnya. Mulai dari yang namanya “Black Campaign” hingga kampanye abu-abu pun dilakukannya demi meraup dukungan dari rakyat yang tertindas. Lobi-lobi politik kepada para tokoh nasional dan tokoh agama pun seakan menjadi sebuah keharusan, pasalnya mereka dianggap mempunyai effect yang besar untuk menduduki singgasana yang menyilaukan. Tidak hanya itu, kampanye terselubung dan terbuka pun gencar dilakukan di berbagai media, dari gaya lama yang sederhana, person to person, hingga melalui pers media.
Tidak dapat dipungkiri bahwa peran media dalam mempengaruhi masyarakat sangat besar sehingga media menjadi pilihan utama untuk mempromosikan pasangan capres dan cawapres. Apalagi black campaign yang dilakukan oleh oknum-oknum pendukung salah satu pasangan capres dan cawapres. Fakta tersebut sudah tidak dapat dibendung lagi, karena hal tersebut dianggap sangat efektif untuk mencuci dan mempengaruhi pikiran masyarakat pengguna media sosial. Selain media sosial. Tim pemenangan kedua capres dan cawapres juga memanfaatkan media elektronik dan media cetak sebagai salah satu sarana untuk mempengaruhi pikiran rakyat. Mendapatkan dukungan dari raja media pun mencari incaran para pengumbar janji agar dapat tersosialisaikan dalam media milik raja media tersebut. Mulai dari merayu hingga menjanjikan kekuasaan pada elit-elit media ketika pasangan capres dan cawapres tersebut telah mendapatkan singgasana di Istana Kepresidenan. Sungguh memalukan sekali lobi-lobi politik di negeri yang subur ini.